Makelaran merupakan pekerjaan abadi yang dengan mudah dapat kita lakukan, dikarenakan pekerjaan ini tidak membutuhkan gelar ijasah ataupun skill mumpuni yang tinggi, asal kita niat dan mempunyai koneksi yang bagus, niscaya pundi-pundi uang juga dengan mudah kita dapatkan. Selama saya menjalankan profesi Makelar atau Sales saya dapat mendifinisikan 5 tipe pembeli yang bakal sering ditemui oleh Makelar dimanapun mereka berada, berikut daftarnya :

  1. Pembeli Baik Hati

Pembeli baik hati merupakan idaman setiap makelar ataupun penjual, dikarenakan tipe pembeli ini merupakan tipe yang tidak banyak tanya dan akan dengan gampang menuruti dan mengikuti berapapun harga ataupun peraturan yang kita terapkan dalam proses jual beli, disinilah keuntungan kita dikarenakan kita bisa mendapatkan keuntungan dengan harga terbaik dan juga kita bisa enak melayani pembeli baik tersebut.

2. Pembeli Ngawur

Pembeli ngawur biasanya suka tidak jelas dalam proses makelaran, semisal kita menjual Jasa Angkut tetapi  terkadang pembeli ngawur ini meminta kita untuk membuatkan mesin jahit, sesuatu yang tidak relevan dengan bisnis yang kita tawarkan, bahkan parahnya sudah kita beritahu baik-baik tetapi pembeli tipe seperti ini kadang masih ngeyel dengan pendapatnya.

3. Pembeli Ngetest

Pembeli ini sebenarnya merupakan salah satu pembeli yang pintar atau bijak dikarenakan mereka biasanya tampak terlihat seperti pembeli baik hati, namun mereka sebenarnya hanya membandingkan saja harga kita dengan penjual lainnya, sehingga apabila mereka sudah mengetahui harga produk atau jasa kita, dan ternyata lebih mahal dari yang lain, jangan harap pembeli model seperti ini akan menghubungi kita lagi.

4. Pembeli Anak-Anak

Pembeli model seperti ini hampir mirip dengan pembeli ngawur tetapi mereka biasanya lebih parah dalam soal harga, karena mereka tidak tau standart harga yang baku dari produk atau jasa yang mereka hendak beli, semisal saja mereka hendak menyewa Jasa Angkut Truck setelah diberi tau mengenai harga 500.000 mereka akan bilang “wah pak kemarin di tempat lain saya boleh 50.000 loh” mereka seolah paham market tetapi sebenarnya ngawur alias tidak paham harga.

5. Pembeli Nawar

Sebenarnya pembeli model ini bisa saja menguntungkan, dikarenakan mereka minat dengan barang atau jasa yang kita tawarkan, tetapi mereka masih kurang cocok dengan harga yang kita berikan. Pembeli ini akan berusaha menurunkan lagi harga sesuai dengan kemauan dia, apabila belum cocok maka segala cara akan dilakukan, baik secara halus maupun dengan kasar.