Ini Erlich Bachman (abaikan quote-nya)

Erlich adalah salah satu tokoh sentral di Silicon Valley, satu dari sekian banyak serial TV yang ditunggu-tunggu besutan HBO.

Dalam salah satu episodenya, Pied Piper —sebuah startup di bidang algoritma kompresi, dengan Erlich sebagai mentornya— diundang untuk pitching di hadapan para investor.

Di tengah meeting, Erlich mencium aroma yang nggak beres dengan sesi pitching mereka yang lambat laun mulai berbelok ke persoalan, coba tebak, teknis.

Erlich lalu bilang gini ke rekannya, Jared.

“Jared, gue mau ke belakang nih. Lu mau ikut ngga??”

*wink*

Paham dengan kode kedipan mata dari Erlich, Jared pun mengiyakan.

“Ya udah yuk”

Dan mereka pun keluar ruangan. Erlich lalu segera menutup pintu dan bilang,

“Anjir, kayanya mereka lagi nyuri ide dari kita deh”

“Iya bener! Panggil Richard (CEO Pied Piper) buruan bro!” Pungkas Jared.

Richard pun keluar ruangan dengan ogah-ogahan.

“Apaan sih lu pada, orang lagi asik-asik jelasin juga!” Omel Richard

“Richard, they’re brain raping us!!!” Ujar Erlich

“Bener banget, di perusahaan gue yang lama kita cukup sering pake trik kaya begini.” Timpal Jared

“Kita menjadwalkan pertemuan dengan CEO sebuah startup dengan dalih mau kasih invest ke mereka. Kita lalu meminta mereka menjelaskan teknologi mereka dan ide segar yang kita dapat kita terapkan pada produk-produk kita, seperti yang pernah terjadi pada YELP” Lanjutnya

Dan bisa ditebak seperti apa kelanjutannya😂😂

“CABUT WOY, BUBAR BUBAAAR!!! BGSD LO SEMUAAA BUBAAR!!! APA LU FOTO-FOTO??!”


yang secara garis besar ‘menyepelekan’ arti sebuah gagasan—saya kira perfectly understandable, given eksekusinya nol besar. TAPI, tapi ingat bahwa suatu tim startup tidak hanya sekali dua kali diundang oleh investor loh. Dan dari sekian banyak undangan itu pasti ada satu-dua undangan dari investor gadungan yang cuma ingin, uhm, gimana bilangnya ya, ‘brain rape’? atau sekedar ingin mencuri solusi yang dimiliki oleh calon penyandang dana.

Tidak hanya itu, fenomena ‘brain rape’ juga melanda dunia rekrutmen di Indonesia.

Seorang teman lama di ITB dulu—yang baru saja kemarin siang dikukuhkan sebagai doktor—belum lama ini resign dari pekerjaannya.

Dia sempat bercerita tentang betapa ‘tricky’ dan ‘kejamnya’ dunia wawancara kerja saat ini. Walaupun ini hanyalah sebuah car talk ngalor-ngidul, saya kira pengalamannya ini layak untuk dibagikan.

Sebagai anak teknik yang punya pengalaman di bidang business solution, dia sempat ditodong bebrapa pertanyaan sensitif terkait teknis dan strategi apa saja yang telah dan akan dia terapkan selaku VP di perusahaannya yang lama.

Dan namanya anak teknik yang polos yekan, ketika dia sudah tuntas menjelaskan panjang lebar dengan semangat (di depan para senior engineer yang sibuk mencatat), tak lama kemudian wawancara dihentikan dan mereka mengucapkan terima kasih disusul basa-basi seperti “Impresif sekali pak, untuk kelanjutannya nanti kita hubungi lagi. Selamat siang😊”

Kan kampret.

Ini adalah salah satu bentuk brain rape berkedok due diligence yang sangat tidak berkelas, kotor, dan tak beretika.

Terlepas dari anggapan bahwa ide saja itu murah dan tidak berarti apa-apa, indikasi atas kemungkinan adanya brain rape atau pencurian gagasan ketika kita diundang pitching oleh investor tetap perlu untuk diwaspadai.

Peace,

AL

Sumber gambar: google pics