Kebanyakan warga negara Indonesia tidak akan pernah perlu untuk menyewa pengacara. Karena kebanyakan dari mereka tidak akan pernah tersangkut masalah perdata atau pidana.

Illustrasi: Syahrini (artis) dan Hotman Paris (pengacara)

Tetapi jika Anda perlu menyewa pengacara, ada beberapa poin yang sangat perlu diperhatikan.

Tugas pengacara bukan membebaskan Anda dari jerat hukum.

Tugas pengacara yang sebenarnya adalah membantu Anda menentukan langkah hukum yang diperlukan ketika Anda menghadapi masalah pidana atau perdata, serta mengurangi dampak buruk dari masalah itu.

Ketika Anda sudah pasti diputus bersalah misalnya, pengacara bisa membantu Anda untuk menyiapkan pembelaan, sehingga Anda tidak dihukum maksimal sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Namun, memang ada pengacara yang saking pusingnya dalam mengurangi dampak buruk ke klien, mengambil cara cara yang ilegal. Seperti menyuap penyidik, jaksa, atau hakim, memalsukan bukti, atau meminta klien menabrakkan mobil ke tiang listrik.

Kebanyakan pengacara tidak dibayar per kasus.

Sama seperti profesional lainnya, pengacara biasanya bertarif per sesi atau per-jam kerja. Jadi jika Anda hanya berkonsultasi tanpa kemudian memakai jasanya di pengadilan pun, Anda harus membayar jasa mereka.

Bayangkan jika Anda ke dokter, setelah panjang lebar bercerita soal penyakit Anda, dokter lalu mengeluarkan diagnosa bahwa Anda harus dirujuk ke Rumah Sakit lain. Anda harus tetap membayar jasa dokter itu.

Beberapa pengacara tergabung dalam biro, dan memiliki spesialis.

Pengacara yang sering Anda lihat di televisi kebanyakan besar adalah bagian atau pemilik dari biro pengacara. Biasanya beberapa orang akan lebih memilih kasus kejahatan, sebagian lain lebih ahli untuk mengurus sengketa bisnis, ada yang sangat tertarik dengan persoalan kawin-cerai.

Pengacara bintang yang Anda lihat biasanya hanya akan muncul sebagai citra biro, atau jika pengacara lainnya menganggap kasus akan lebih baik hasil akhirnya jika diurus oleh pengacara bintang.