Jika ada yang bertanya, team sepakbola mana yang saya idolakan, maka saya akan dengan pasti menjawab Portsmouth dan Liverpool, dua team beda kasta yang kesemuanya berasal dari Inggris. Sebelum saya menjawab dan menjelaskan mengapa saya bisa sampai menyukai team kasta terendah di Liga Inggris (League 2), perlu digaris bawahi Porstmouth di era 2007-2009 adalah team ‘kuda hitam” di Inggris Premier League, kala itu Porstmouth masih di arsiteki oleh Harry Redknap, yang dengan tangan dinginnya bisa menyulap Porstmouth team dengan skuad yang apa adanya menjadikan salah satu team yang bisa “bicara lebih” di kancah Liga Inggris.

Perlu diakui, ada banyak team team yang bisa bermetaformosa menjadi from zero to hero, tetapi pada masa itu, Porstmouth seperti mencuri hati saya yang sebelumnya sudah menyukai Liverpool yang tak lain karena peristiwa Istambul 2005 yang sangat luar biasa itu. Sejak saat itulah saya mulai menyukai 2 team yang menurut saya mempunyai sejarah luar biasa dalam hal perjuangan, walau sekarang Porstmouth masih terjungkal di posisi paling bawah Liga Inggris, bukan tidak mungkin, 2 team kesukaan saya ini akan jadi satu team yang bersaing di Liga yang sama pada tahun tahun mendatang.